Tugas Jejak Ekologi
TUGAS INDIVIDU
ETIKA DAN NILAI LINGKUNGAN
"JEJAK EKOLOGI PRIBADI”

DISUSUN OLEH
NAMA : HENDRI DUNAND
NPM : 13.13101.10.22
DOSEN : Prof. SUPLI EFFENDI RAHIM, PhD, MSc
PROGRAM PASCA SARJANA KESEHATAN
MASYARAKAT
STIKES BINA HUSADA
PALEMBANG
2013
BAB
I
PENDAHULUAN
1.1 LATAR
BELAKANG
Bumi adalah
satu-satunya tempat yang digunakan untuk menopang kehidupan manusia. Dengan
umur bumi yang semakin bertambah, semakin menurun pula kemampuan ekologi
bumi untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia. Sama halnya dengan kemampuan alam
untuk memperbaharui diri kalah cepat dengan eksploitasi sumberdaya alam yang
dilakukan manusia. Dipermukaan bumi, deforestasiyang terjadi lebih dari
17 juta hektar pertahun, erosi tanah 26 milyar ton pertahun dan
eksploitasi perikanan secara besar-besaran (Wackernagel and Rees,1996).
Selain itu,sampah yang dihasilkan lebih banyak dibandingkan dengan yang diserap
oleh alam.Contoh nyata yang terjadi adalah kerusakan lapisan ozon
stratosfer,peningkatan CO2 sebanyak 28%ih akibat industry,yang
menyebabkan lebih dari 17.000 spesies hilang dari muka bimi (Wackernagel and
Rees,1996). Jika hal ini dibiarkan terus menerus, maka keberlanjutan ehidupan
manusia menjadi terancam karena konsumsi manusia terhadap sumberdaya alam lebih
besar dibandingkan regenerasi oleh alam.
Jika yang
dikonsumsi lebih banyak dibandingkan dengan yang disediakan alam, maka kemudian
dapat diasumsikan bahwa tingkat konsumsi tidak dapat didukung oleh ketersediaan
di alam. Standar unit pengukuran jejak ekologi menggunakan global hektar (gha).
Satuan gha digunakan karena asumsi perhitungan jejak ekologi ini, sumberdaya
alam yang digunakan berasal ditempat manapun di permukaan bumi.
Untuk menjawab pertanyaan seberapa besar konsumsi
manusia terhadap sumberdaya alam dan seberapa besar kemampuan alam untuk medukungnya,
maka diperukan metode penghitungan yang dapat menjawab haltersebut. Ercological Footprint (jejak ekologi) adalah suatu metode
penghitungan sumber daya yang memperkirakan konsumsi sumberdaya alam dan penyerapan limbah yang diperlukan sebuah
populasi manusia atau kegiatan ekonomi dalam bentuk luas lahan area produktif
(Wackernagel and Rees, 1996).
Analisis jejak ekologi
ini digunakan untuk menghitung dampak aktifitas manusia alam.Analisis jejak ekologi digunakan untuk
menjawab pertanyaan dasar pada pembangunan berkelanjutan yaitu: seberapa besar
alam yang kita gunakan (Bond,2002). Eksploitasi alam bisa dalam bentuk dan
berbagai macam kegiatan, seperti makan, transportasi dan energi. Besaran area
analisis adalah populasi penduduk yang bisa sangat bervariasi, mulai dari
individu atau keluarga, atau melebar mulai dari kota,wilayah, negara, atau
bahkan seluruh bumi. Hasil perhitungan jejak ekologi ini kemudian dibandingkan
dengan biokapasitas yang tersedia.
Adapun biokapasitas adalah total jumlah lahan
bioproduktif yang terdapat diwilayah tersebut. Menurut Biocapacity Project
(2007), biokapasitas adalah kemampuan ekosistem untukmendukung keanekaragaman
hayati, memproduksi energi dan material biologi yangbermanfaat, dan menyerap
dan mendaur ulang sampah yang dihasilkan dari kegiatanmanusia termasuk emisi /
pancaran karbon. Bioproduktifitas adalah kemampuanse bidang tanah untuk menghasilkan bio massa,
yang merupakan berat (atau diperkirakan setara dengan) bahan organik, termasuk
hewan, tumbuhan dan mikro-organisme (hidup atau mati) di atas atau di bawah
permukaan tanah. Ekosistem yangberbeda akan memiliki tingkat bioproduktifitas
yang berbeda pula. Perbandingan antara jejak ekologi dan biokapasitas akan
memberikan gambaran tentang status jejakekologi, apakah defisit atau surplus.
Dari perhitungan ini dapat diketahui kemampuan lahan dalam mendukung konsumsi
penduduk setempat.
Dengan menghitung Jejak Ekologis, kita bisa melihat
tingkat kemakmuran penduduk di suatu wilayah. Semakin besar Jejak Ekologis-nya,
bisa dikatakan penduduk di wilayah itu semakin makmur. Kemudian, dengan
membandingkan Jejak Ekologis dengan Biokapasitas, kita bisa melihat apakah
suatu wilayah mengalami defisit ekologis atau yang diistilahkan dengan “overshoot.”
Sederhananya, overshoot terjadi ketika nilai Jejak Ekologis melampaui
Biokapasitas.
Jika suatu wilayah mengalami overshoot,
bagaimana penduduknya tetap bisa hidup dengan nilai Jejak Ekologis yang tinggi?
Berarti, materi dan energi yang kita konsumsi kan tidak hanya
didapat dari wilayah yang kita tinggali. Bisa jadi kita hidup dengan disokong
oleh Biokapasitas wilayah lain yang sumberdayanya diambil kemudian disajikan
dihadapan kita. Dengan mengetahui ini maka kita akan ditarik ke dalam dimensi
lain dari konsep Jejak Ekologis, yaitu konsep pemerataan kesejahteraan.
Dikaitkan dengan penataan ruang, hasil dari Jejak Ekologis mungkin tidak akan
memberikan rekomendasi yang memuaskan. Apalagi jika harus dituangkan ke dalam
kebijakan dan strategi pembentuk struktur dan pola ruang. Masih terlalu jauh.
Lalu apa gunanya analisis ini? Jawabannya akan didapat jika kita kembali pada
prinsip yang berkelanjutan. Akan sulit rasanya jika kita tetap berpegang
pada keyakinan bahwa berkelanjutan semata hanya tentang bagaimana kita
mengelola sumberdaya.
Akhir dari Jejak Ekologis ini juga mengantarkan pada
pemahaman bahwa perencanaan bukan sebatas perencanaan struktur dan pola ruang,
namun juga memiliki dimensi lain perekayasaan, dalam hal ini perekayasaan
sosial. Jejak Ekologis membantu kita melihat berbagai gambaran terkait
dengan isu keberlanjutan, yang membawa kita untuk berpindah jalur dari pengelolaan sumber daya menuju pengelolaan
diri.
1.2. TUJUAN
Mengetahui dan menyadari seberapa banyak saya
menghabiskan sumber daya alam untuk kegiatan keseharian saya dalam
penghitungan” jejek ekologi pribadi “
BAB II
KAJIAN PUSTAKA
2.1. Pengertian Jejak Ekologi
Jejak ekologi (ecological footprint) Istilah dan konsep jejak ekologi pertama
kali diusulkan pada tahun 1992 oleh William Rees, seorang Profesor di The
University of British Columbia, Kanada. selanjutnya pada tahun 1996, William
Rees dan Mathis Wackernagel menerbitkan Our Ecological Footprint: Reducing
Human Impact on the Earth. Jejak ekologi penduduk mewakili area lahan produksi
dan ekosistem akuatik yang dibutuhkanuntuk memproduksi sumberdaya yang
diperlukan dan menyerap limbah yang diproduksi penduduk tertentu terhadap bahan
dasar kehidupan secara spesifikdimanapun lahan itu terletak dipermukaan bumi.
Jejak ekologi adalah suatu metode penghitungan sumber daya yang
memperkirakan konsumsi sumberdaya alam dan penyerapan limbah yang
diperlukansebuah populasi manusia atau kegiatan ekonomi dalam bentuk luas lahan
area produktif (Wackernagel and Rees, 1996).
Jika yang
dikonsumsi lebih banyak dibandingkan dengan yang disediakan alam, maka kemudian
dapat diasumsikan bahwa tingkat konsumsi tidak dapat didukung oleh ketersediaan
di alam. Standar unit pengukuran jejak ekologi menggunakan global hektar (gha).
Satuan gha digunakankarena asumsi perhitungan jejak ekologi ini, sumberdaya
alam yang digunakanberasal ditempat manapun di permukaan bumi.Analisis jejak
ekologi digunakan untuk menjawab pertanyaan dasar pada pembangunan berkelanjutan
yaitu : seberapa besar alam yang kita punya,dibandingkan dengan seberapa besar
alam yang kita gunakan (Bond, 2002).Eksploitasi alam bisa dalam bentuk dan
berbagai macam kegiatan, seperti makan,transportasi dan energi.
2.2. Jejak
Ekologi Pribadi
Seberapa banyak saya menghabiskan sumber daya alam
untuk kegiatan keseharian saya tanpa disadari, setiap hal yang saya lakukan
menorehkan jejak di bumi tempat saya berpijak. Masih adakah tempat tersisa
di bumi ini, untuk jejak-jejak yang telah, sedang, dan akan ditinggalkan?
Menurut
perhitungan pada tahun 2006, rata-rata kebutuhan setiap orang terhadap sumber
daya alam adalah 1,8 gha. Pada tahun 2007, total jejak kaki ekologis seluruh
manusia diperkirakan sebesar 1,5 kali planet bumi. Hal ini berarti manusia
menggunakan sumber daya alam 1,5 kali lebih cepat daripada waktu yang
dibutuhkan bumi untuk memperbaharuinya. Jejak ekologi diukur berdasarkan
pemakaian sumberdaya. Pertama adalah apa yang saya makan setiap hari,
barang-barang apa dan berapa banyak yang sudah saya beli. Kemudian dinilai juga bagaimana kondisi perumahan saya dan bagaimana mobilitas saya sehari-hari.
Beberapa pertanyaan berikut ini bisa digunakan
untuk merefleksikan tentang seberapa besar beban yang sudah
ditanggung bumi, yaitu :
- Seberapa
banyak saya makan daging atau ikan, apakah lebih dari sekali sehari,
atau kurang dari sekali dalam seminggu?
-
Seberapa
sering saya membeli produk-produk organik, baikdaging, sayur, dan juga
produk susu?
- Seberapa
sering saya membeli daging, sayur,
dan produk susu yang diproduksi lokal?
- Kendaraan
apa yang saya miliki, yang sering digunakan untuk bepergian, mobil
atau motor?
-
Bahan bakar
apa yang digunakan untuk kendaraan saya
?
- Berapa jam
saya menggunakan motor atau mobil sendiri?
- Seberapa
sering saya menggunakan kereta, bis, dan alat transportasi umum
lainnya?
- Berapa jam
yang saya gunakan dalam setahun ini untuk perjalanan lewat udara?
-
Berapa banyak
orang yang tinggal serumah dengan saya?
- Bagaimana
cara saya menyejukkan rumah ?
-
Apakah
saya mematikan lampu dan alat-alat
listrik lainnya saat tidak digunakan, atau hanya mengubah dalam
posisi standby?
-
Apa
perlengkapan rumah yang membutuhkan tenaga listrik yang saya
beli dalam 12 bulan terakhir ini?
-
Berapa
rupiah yang saya bayar untuk
air, baik untuk mandi, menyiram tanaman, dan sebagainya?
- Sampah
macam apa yang saya bisa daur ulang?
Dari hasil perhitungan kalkulator WWF
kemungkinan kebutuhan saya adalah 6,7 ha, ini melebihi dari kisaran rata-rata
kebutuhan perorangan yaitu 1,5 ha. Mengapa ini bisa terjadi?
Di sisi konsumsi, semakin tingginya konsumsi yang
diakibatkan terjangan kepentingan industri, dimana setiap melangkahkan kaki tak
akan mampu lagi melepaskan diri dari iklan dan advertising yang membujuk untuk
terus melakukan konsumsi secara berlebih. Gaya hidup manusia digiring ke arah
konsumerisme. Semakin banyak pula penggunakan produk yang tidak diperlukan,
yang pada akhirnya meningkatkan jumlah barang yang tak tergunakan (sampah).
Lebih parah lagi, sistem yang dibangun dalam proses
pembangunan juga tak pernah memperhatikan efisiensi dan efektifitas. Misal saja
teknologi nir-kertas hingga saat ini masih harus kalah bersaing dengan
penggunaan sistem kerja yang menggunakan banyak kertas. Mulai dari selembar
kertas disposisi (rujukan) hingga mekanisme perijinan yang menghabiskan berjuta
ton kertas setiap tahunnya, yang akan berimbas pada semakin meningkatnya
penebangan pepohonan di kawasan hutan.
Penggiringan gaya hidup lainnya adalah dengan
menghilangkan transportasi publik massal dan memberikan ruang yang luas kepada
publik untuk memperoleh kendaraan pribadi secara mudah, walau menjadi tak
murah. Perusahaan penyedia alat transportasi berbahan bakar sangat difasilitasi
untuk bisa hadir di negeri ini, sementara alat transportasi publik massal tidak
pernah disiapkan untuk menjadi lebih baik. Selain meningkatkan kebutuhan akan
bahan pembuat alat transportasi, kondisi ini juga mengakibatkan meningkatnya
kebutuhan bahan bakar fosil.
Menghitung Jejak Ekologi Pribadi
Jejak ekologi adalah satu sistem yang mengukur
seberapa banyak tanah dan air yang diperlukan populasi manusia untuk
menghasilkan sumber yang mereka habiskan dan menyerap limbah yang
dihasilkannya. (Wackernagel & Rees, 1996)
Lembar kerja berikut adalah perhitungan kasar yg
menunjukkan seberapa besar jejak ekologi anda dan bagaiman pilihan yg anda buat
menjadikan jejak ekologis anda menyusut atau meluas.
Seberapa
Besar Jejak mu?
A. Transportasi
1. Dengan apa
anda bepergian hari ini?
a) Berjalan…..0
b) Bersepeda…..5
c) Dengan Angkutan
Umum….10
d) Menumpang.....15
e) Kendaraan Pribadi ….3x 30
(Kalikan setiap skor dengan berapa sering metode tsb dipakai dalam satu hari dan kemudian di
total.)
Sub-Total: 10
B. Penggunaan Air
1. Seberapa
banyak air yang digunakan?
a) Tidak
mandi….0
b) Mandi, 1-2
menit. ….5
c) Mandi, 3-6 menit.….10
d) Mandi, 10
min ….2x 20
e) Mandi dengan
air satu bath tub penuh….20
f) Mandi dengan
air setengah bath tub….10
g) Mandi dengan
air bekas orang lain….10
h) Menggosok
gigi dg air kran tetap mengucur….5
i) Mencukur
kumis/jenggot dengan air kran tetap mengucur….5
Sub-Total: 10
C. Berpakaian
1. Saya menggunakan pakaian lebih dari sekali
sebelum di cuci?
a) Sering….0
b) Kadang-kadang….2x 5
c) Tidak
pernah….10
2. Saya
menggunakan pakaian bekas (yg diperbaiki)
a) iya….(-5) b)
tidak….0
3. Saya
memperbaiki baju saya sendiri?
a) ya….(-5) b)
Tidak….0
3. 50% dari
baju saya adalah baju turunan?
a) ya….(-5) b)
tidak….0
4. Saya
membersihkan dan mengeringkan baju?
a) none….0 b)
1-5 lembar….10 c) lebih dari 6 lembar….20
Sub-total: 30
D. Rekreasi
Mengenali permainan, olahraga, dan aktivitas dimana
anda terlibat, pada hari biasa di waktu senjang.
1. Seberapa banayak peralatan yg diperlukan ?
a) tidak
ada atau sedikit..0 b) beberapa….1x 10 c)
cukup banyak….20
2. Seberapa
luas lahan yg dibutuhkan untuk bermain di lapangan, dataran es, kolam renang,
untuk memenuhi kebutuhan rekreasi anda?
a) tidak ada atau sedikit….0 b) sedang (<1
hektar) 1x 10 c) cukup besar (>hektar)…20
(Lihat tabel konversi pada akhir kuis untuk bantuan)
3. Saya
menghabiskan uang hari ini untuk belanja (pakaian, baju, peralatan olahraga)?
a) Tidak
ada….0 b)$5…5 c) $10…10 c)$10+…1 pt. per dollar
Sub-Total: 0
E. Makanan
1. Berapa porsi daging yang dimakan sehari?
a) 0….0
b) 1 porsi….1x 10 c) 2 porsi….20 d) 3 porsi….30
2. Seberapa banyak makan bersisa di piring?
a) tidak
ada…1x 0 b)
sedikit….5 c) cukup banyak….10
3. Saya
mengkonsumsi campuran sisa sayur dan buah?
a) ya….0 b)
tidak….1x 10
4. Makanan yg saya makan adalah makanan lokal?
a) semuanya….0
b) beberapa...1x
10 c) tidak ada….20
5. Makanan yg saya makan adalah produk organik?
a) semuanya….0
b) beberapa..1x 10 c) tidak ada….20
6. Makanan yg dikonsumsi dibungkus
plastik/kertas?
a) Tidak….0
b) beberapa….1x
10 c) Semuanya….20
Sub-Total: 65
F. Sampah
1. Jika saya
membuang seluruh sampah pd hari ini,
seberapa besar penampungan sampahnya?
a) peti kayu….30
b) kotak
sepatu….1x 20
c) secangkir….5
d) tidak ada sampah….0
Sub-Total: 20
Add Sub-Totals of “A-F” for Total 1: 135
G. Ruang
Tinggal
1. Hitung dalam satuan meter persegi ruang
indoor yg diperlukah dlm keseharian.
Termasuk semua ruangan di rumah (termasuk garasi), sekolah (kantin, kelas),
kantor (ruang kantor pribadi, area kerja, toilet). Bagi luas total ruangn dg
jumlah orang di dalamnya.
Contoh:
Living Space Averages Educ. Space/Per Student
Ave. Dorrm
Space – 25 sq m Classroom &
Lab – 30 sq m
Ave. Apt.
space - 35 sq m Administration - 3
sq m
Other
- 5 sq m
Add up “a-d”
for “Total Square Meters”.
(1 sq. meter
= 10 sq. feet)
a) “Home” sq. meters = 96
divided by # of people = 5 Sq meters
b) School sq. meters = 1280__________________
divided by # of people = 54__________________
Sq meters
c) Office sq. meters = 6
divided by # of people = 2 Sq meters
d) other sq. meters = 12__________________
divided by # of people =
4__________________ Sq meters
Total 2: 55
TOTAL KESELURUHAN= (Total 1 + Total 2) X 3
( 135+55)X 3 = 570
Anda telah
menghitung total dari ‘tiga’ tipikal keseharian anda. Sekarang ubah total
keseluruhan tsb menjadi jejak ekologis pribadi anda, menggunakan rumus dibawah:
Total keseluruhan dibagi 100 = jejak ekologis anda
dalam satuan hektar
JEJAK EKOLOGIS PRIBADI
= 5,7 HEKTAR
Conversion Table:
1 hectare =
a square 100 meters on each side
(about the
size of the parking lot just outside this building)
1 hectare =
2.5 acres
640 acres =
1 sq. mile
1 sq. mile =
259 hectares
Warrensburg
occupies about 4 sq. miles.
BAB III
PENUTUP
3.1. KESIMPULAN
Gaya hidup yang
tidak berwawasan lingkungan kemungkinan juga menjadi penyebab utama
berlebihannya jejak kaki ekologis. Jadi tidak ada salahnya kita mulai
menghitung dan lebih bijak dalam bergaya hidup. Jika kita tidak juga mengubah
gaya hidup menjadi lebih ramah lingkungan,
akan dibutuhkan lebih dari satu planet bumi untuk memenuhi kebutuhan kita
sebagai manusia
Harrah's Lake Tahoe Casino and Hotel - MapyRO
BalasHapusHarrah's 원주 출장샵 Lake Tahoe Casino and Hotel. Harrah's 삼척 출장샵 Lake Tahoe Casino and Hotel. 4.5-star 삼척 출장샵 resort near 광양 출장마사지 Harrah's Lake Tahoe 광주 출장마사지 Casino and Hotel.